"Perubahan terjadi karena adanya suatu gerakan atau tindakan yang kita lakukan, bukan karena suatu kebetulan"
"IKRAFEO membantu anda untuk membuat suatu perubahan agar terjadi perbaikan yang membawa kita pada suatu keselarasan hidup "

Investasi Emas Lebih Menguntungkan

Sudah tidak jamannya lagi membawa emas kemana - mana, kemajuan teknologi membantu dan mempermudah kita dalam berbisnis emas.

Tempat beriklan yang cocok untuk bisnis anda

pasang iklan anda disini untuk mendapatkan pegunjung yang lebih banyak dari berbagai wilayah di Indonesia dan berbagai negara di belahan dunia untuk melihat produk-produk anda.

Pasang iklan disini sesuai dengan kebutuhan anda

Anda dapat memasang iklan sesuai dengan budget yang anda miliki.

Perumahan Permata Green Residence

Rumah minimalis dengan gaya metropolis, dapatkan segera, Unit terbatas "Hanya 21 Unit".

Aneka Jajanan Cokelat Lezat

Lihat produk cokelat dari kami, khusus bagi anda penggemar kuliner cokelat.

Senin, 08 Agustus 2011

Puisi - RENUNGAN IBU


Suatu ketika, seorang bayi siap untuk dilahirkan kedunia.

Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan:

“Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia. Tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah,” kata si Bayi.

Tuhan menjawab:”Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu.

“Tapi disurga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagi saya untuk bahagia.” Demikian kata si Bayi.

Tuhan pun menjawab : “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap haridan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih bahagia.

Si Bayi pun bertanya kembali :”Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?

Sekali lagi Tuhan menjawab :”Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara untuk berdo’a.

Si Bayi pun masih belum puas, ia pun bertanya lagi. Saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat, Siapa yang akan melindungi saya?

Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab,”Malaikatmu akan melindungimu, dengan teruhan jiwanya sekalipun.

Si Bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya. “Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.

Dan Tuhan pun menjawab : Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku walaupun sesungguhnya Aku selalu berada disisi-Mu.

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya :”Tuhan, jika saya harus pergi sekarang bisakah Engkau memberitahuku siapa nama malaikat dirumahku nanti?

Tuhan pun menjawab,”Kamu dapat memanggil malaikatmu...IBU...

Kenanglah Ibu yang menyayangimu...

Untuk Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi...

Ingatkah Engkau ketika Ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan 2 selimut membalut tubuhmu

Ingatkah engkau ketika jemari Ibu mengusap lembut kepalamu?

Dan Ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?

Sesekali jenguklah Ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah, tempat kau dilahirkan

Kembalilah memohon maaf pada Ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu.

Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan dimasa datang, ketika Ibu telah tiada...

Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita.

Tak ada lagi senyuman Indah, tanda bahagia.

Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya, Yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya.

Tak ada lagi dan tak kan ada lagi yang meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya.

Kembalilah segera, peluklah Ibu yang selalu menyayangimu

Ciumlah kaki Ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya.

Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya,,,

Puisi - TELAGA PUISI UNTUKMU IBU


Ada gurat letih yang harus kuterjemahkan

Dalam menelusuri tapak perjalananmu, ibu

Serupa seribu sajak yang tak terganti dari air kehidupan

Rambutmu adalah gelombang putih di masa yang coklat

Sedang tanganmu kini terbingkai urat-urat membiru

Di kerut dahimu mimpiku teringin singgah

Meski ibu tak pernah bersajak

Air matanya yang letih menjadi telaga puisi

Malam masih menyisakan kehangatan

Seperti ibu yang terjaga

Ada satu tanya di sana

"Sudah berpulangkah kita pada hangat peluk di dada ibu?"

The Local-Exchange Softswitch Concept

Introduction to Softswitch

Softswitch is the generic name for a new approach to telephony switching that has the potential to address all the shortcomings of traditional local-exchange switches identified above. This section explains the basic concept and describes the functional components of local-exchange softswitching.

The Local-Exchange Softswitch Concept

By far the most complex part of a local-exchange switch is the software that controls call processing. This software has to make call-routing decisions and implement the call processing logic for hundreds of custom calling features. Today’s local-exchange switches run this software on proprietary processors that are integrated tightly with the physical circuit-switching hardware itself.

The inability of existing local-exchange switches to deal directly with packet voice traffic, however, is a major barrier to packet voice migration. In the future, delivery of local telephony will come over a purely packet-based infrastructure. But for years to come, the migration path to end-to-end packet voice will require working with a hybrid network handling both packet and circuit voice.

One possible solution to this is to create a hybrid device that can switch voice in both packet and circuit formats, with all the necessary call processing software integrated into this switch. While this approach may help address the question of migration, it does not necessarily lower the cost of local-exchange switching or improve the prospect for differentiated local voice services.

The telecom industry appears to have reached broad consensus that the best answer lies in separating the call processing function from the physical switching function and connecting the two via a standard protocol. In softswitch terminology, the physical switching function is performed by a media gateway (MG), while the call processing logic resides in a media gateway controller (MGC).

There are a number of reasons why this separation of functionality is believed to be the best approach:

  • It opens the way for smaller and more agile players who specialize in call processing software and in packet-switching hardware respectively to make an impact in an industry that has been dominated by large, vertically integrated vendors.
  • It enables a common software solution for call processing to be applied in a number of different kinds of networks, including combinations of circuit-based networks and packet voice networks using multiple different packet voice formats and physical transports.
  • It allows standardized commodity computing platforms, operating systems, and development environments to be leveraged, thereby bringing considerable economies to the development, implementation, and processing aspects of telephony software.
  • It allows a centralized intelligence in a service provider’s voice network to remotely control switching devices located in customer premises, a key requirement for the full exploitation of IP telephony in the future.
  • Separation between MG and MGC requires a standardized protocol for communication between the two, and an appropriate standard is now emerging. The next section will discuss the evolution of this protocol in more detail.

Protocols for Media Gateway Control

The softswitch concept has been around for several years, and a number of early implementations exist, some of which have had real operational exposure. So far, softswitch solutions have only been applied in core network switching functions, where the call processing functionality is largely limited to call setup and teardown, and where the complex features required for local telephony are not applicable. Nevertheless, early experience in this field has done much to shape the design of the protocol that MGCs will use to communicate with MGs.

Today’s softswitch solutions are mostly based on a protocol called media gateway control protocol (MGCP), which evolved from two earlier proposals called simple gateway control protocol (SGCP) and Internet protocol device control (IPDC). MGCP has been published as RFC2705, but its status is "informational" and it is not on the standards track.

Figure 2. Comparison between Local-Exchange Switch and Softswitch

Figure 2

MGCP is a very IP–centric protocol and does not have effective capabilities to handle other packet voice transports, such as voice over ATM. Operational experience with MGCP also identified some practical shortcomings, such as the lack of an effective method for an MGC to obtain information about the capabilities of an MG. As a result, MGCP itself has largely been abandoned, but work continues within the Internet Engineering Task Force (IETF) on a new protocol known as Megaco. The International Telecommunications Union (ITU) has assigned the identity H.248 to this new protocol and has adopted the text of Megaco from the IETF work. The two organizations are working together to finalize the Megaco specifications by the end of 2000.

Capabilities of Megaco

The Megaco protocol provides a comprehensive solution for the control of MGs. As with earlier generations of MG control, Megaco is based on the principle that all call processing intelligence resides in the MGC. The MG does not retain knowledge of call state; it provides only the capability to cross-connect various kinds of media streams under the control of the MGC and to detect and transmit various kinds of signaling associated with those media streams.

Megaco views the MG as a collection of terminations, each of which represents a certain kind of media stream. A termination may be a fixed physical entity such as an analog line or a digital signal level 0 (DS–0) time slot in a DS–1 interface, or it may be a logical entity such as a voice-over–IP (VoIP) packet stream. Logical terminations may be created and destroyed by means of Megaco commands.

Cross-connections within the MG are created by means of Megaco commands that request two or more terminations to be placed in the same context. If the media streams associated with terminations that are in the same context are of different types (for instance, one is a DS–0 time slot while the other is a VoIP packet stream) then the MG is expected to perform appropriate media conversion between them. To support this, terminations have various media stream properties associated with them such as the identity of the voice encoding that is to be used.

Terminations have other properties, such as a list of signaling events that they are expected to notify to the MGC and a list of signals that they are capable of transmitting on request from the MGC. For example, an analog line termination should be capable of notifying the MGC when it sees an off-hook or an on-hook event taking place; it should also be capable of applying ringing on the line when requested by the MGC. The events and signals that are associated with a specific type of termination are described in a package.

Megaco is designed to be an extensible protocol, and it includes a mechanism to permit the specification and registration of new packages. This extensibility overcomes a major shortcoming of earlier media gateway control protocols, such as MGCP, since it addresses the needs of packet voice protocols other than VoIP and provides the means to handle country-specific variations of analog telephony services.

Transport of Megaco

The Megaco protocol is designed to be transport independent, although the specification does include some appendices that describe the use of both transmission control protocol/IP (TCP/IP) and user datagram protocol/IP (UDP/IP) as transport options. Most softswitch implementations are likely to use an IP–based transport for Megaco, although there may be good reasons to use a native ATM–based transport, such as I.366.1 (segmentation and reassembly sublayer for AAL2), to support remote MGs that operate with VoATM connections.

Marhabban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Marhaban Yaa Syahrosiam

Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu dan paling dinantikan oleh seluruh umat islam di dunia tentunya.
Karena di bulan suci ini adalah bulan yang paling baik bagi setiap umat islam yang menjalankan ibadah puasa, karena dibulan inilah Allah SWT memberikan kita (umat islam) berbagai nikmat yang tak terhingga. Setiap amalan baik dilipatgandakan nilainya menjadi sepuluh kali lipat, setiap amalan kecil sangat besar nilainya di bulan ini terlebih jika kita melakukan kebaikan-kebaikan besar maka sangat besar pula pahalanya yang tentunya jika diiringi dengan rasa ikhlas dalam melakukan kebaikan tersebut. Amalan dalam arti kata tidak harus dilakukan dengan materi(uang/harta) namun amalan juga bisa kita lakukan dengan pikiran dan tenaga yang kita miliki dan bisa kita berikan kepada orang lain (membantu orang yang sedang kesulitan, memberi makan khaum dhuafa, memberi makan orang berbuka puasa, dan lain sebagainya.

Bulan ini adalah bulan penggemblengan amal kebaikan manusia, dimana manusia dituntut untuk mengendalikan hawa nafsunya ( segala jenis nafsu "makan, minum, mata, tangan, usil, mulut, jahil, birahi, dll") dengan tujuan agar tingkat ketaqwaan manusia kepada Tuhannya semakin bertambah dan dapat diaplikasikan di bulan lain diluar bulan ramadhan. Ramadhan membawa manusia kepada hal yang baik, peningkatan ibadah, rezeki dan lain sebagainya.

Namun ada hal yang paling menarik dan istimewa di bulan ini, yaitu adanya satu malam yang mana malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan yaitu malam dimana diturunkannya Lailatul Qadar. Maksudnya adalah barang siapa yang beribadah di 10 malam terakhir ramadhan dan mendapatkan malam tersebut maka sama saja ia beribadah seperti seribu bulan lamanya, tidak bisa dibayangkan berapa besar Allah SWT memberikan keistimewaan pada bulan Ramadhan yang suci nan mulia ini. namun malam ini hanya diturunkan di malam ganjilnya saja yaitu: 21, 23, 25, 27, 29 ramadhan.

Semoga saja kita sebagai umat islam yang beriman dapat beribadah yang lebih baik lagi dibulan suci ramadhan ini demi peningkatan keimanan kita, sehingga kita dapat menjadi orang yang lebih baik lagi nantinya.
Amin Yaa Rabbal Alamin...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More