"Perubahan terjadi karena adanya suatu gerakan atau tindakan yang kita lakukan, bukan karena suatu kebetulan"
"IKRAFEO membantu anda untuk membuat suatu perubahan agar terjadi perbaikan yang membawa kita pada suatu keselarasan hidup "

Investasi Emas Lebih Menguntungkan

Sudah tidak jamannya lagi membawa emas kemana - mana, kemajuan teknologi membantu dan mempermudah kita dalam berbisnis emas.

Tempat beriklan yang cocok untuk bisnis anda

pasang iklan anda disini untuk mendapatkan pegunjung yang lebih banyak dari berbagai wilayah di Indonesia dan berbagai negara di belahan dunia untuk melihat produk-produk anda.

Pasang iklan disini sesuai dengan kebutuhan anda

Anda dapat memasang iklan sesuai dengan budget yang anda miliki.

Perumahan Permata Green Residence

Rumah minimalis dengan gaya metropolis, dapatkan segera, Unit terbatas "Hanya 21 Unit".

Aneka Jajanan Cokelat Lezat

Lihat produk cokelat dari kami, khusus bagi anda penggemar kuliner cokelat.

Senin, 02 Agustus 2010

kubur diri

PENGGUSURAN
Aksi Kubur Diri Terus Berlanjut
Selasa, 3 Agustus 2010 | 10:56 WIB
LEO SUNU
Salah seorang warga Rawa Kebo, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/8/2010) tengah menguburkan dirinya menolak rencana penggusuran lahan yang ditempatinya,

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi kubur diri yang dilakukan warga Jalan Rawasari Selatan, Rawa Kebo, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kembali berlanjut pada Selasa (3/8/2010). Empat orang warga, yakni Salmah, Juju, Diatmosuminto, dan Untung kembali mengubur dirinya di lubang sedalam sekitar 1 meter.

Aksi empat warga ini merupakan aksi lanjutan setelah sebelumnya pada Senin (2/8/2010) kemarin mereka juga melakukan aksi serupa. Mereka menolak rencana penggusuran Pemprov DKI Jakarta atas tanah seluas sekitar 1.300 meter persegi yang kini mereka tempati.

Keempatnya memulai kembali aksi ini mulai sekitar pukul 08.00. Dengan dibantu oleh warga lainnya, mereka menggali ulang lubang kubur yang sempat ditutup. "Pokoknya kita minta kemanusiaannya kepada Pemerintah," ucap Salmah saat ditanya tujuan aksi tersebut.

Salmah mengaku akan terus bertahan sekuatnya hingga ada tanggapan dari Pemprov DKI Jakarta terkait lahan yang kini ditempatinya bersama sekitar 33 kepala keluarga lainnya. Wanita paruh baya ini tetap menolak jika lahan tersebut diambil alih Pemprov DKI Jakarta. "Ya, kita bertahan aja sekuatnya. Selama-lamanya kita mampu kita tetep di sini," kata dia.

Salmah dan empat orang lainnya itu kemudian bertahan di dalam urugan tanah tanpa bisa banyak bergerak. Tampak terlihat hanya kepala mereka saja yang menyembul di atas tanah.

Tawuran lagi

Panjang Nian Musim Tawuran Kali Ini
Selasa, 3 Agustus 2010 | 10:51 WIB
TRIBUN TIMUR/ABBAS SANDJI
Kelompok mahasiswa Unhas terlibat tawuran, Selasa (25/5/2010). Tidak ada informasi pasti penyebab tawuran tersebut.

Musim durian telah jauh pergi, begitu juga mangga, musim rambutan baru tiba sekira dua bulan lagi, satu-satunya musim yang panjang usianya di negeri ini ternyata tawuran.

Kenangkanlah, sejak membuka tahun 2010 di bulan Januari, udara kita telah dipenuhi berbagai huru-hara. Pada Minggu (3/1) dini hari di Cirebon , dua kelompok pemuda berbeda kampung, yaitu Kampung Kesunean Utara dan Cangkol, yang sama-sama bermukim di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, terlibat perkelahian massal.

Bulan Januari pun ditutup oleh tawuran para suporter kesebelasan yang berlaga pada Liga Indonesia. Mereka yang bergelut adalah Sesama suporter Persija, Persijap dengan Persija, Persija dengan Persib, belum lagi bonek yang bikin resah di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Memasuki bulan Februari, tgl 17 tepatnya, tawuran mahasiswa pecah di kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Dua kelompok yang bertikai berasal dari fakultas teknik dan fakultas peternakan.

Pada 6 maret tawuran antar pemuda terjadi di Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, yang menyebabkan satu orang tewas. Frederik Lusa Saba Neno, mahasiswa Universitas Kristen Kupang asal Belu yang menghuni asrama Bougenvile, di Kelapa Lima, tewas terpanah. Tanggal 12 Maret, dua kelompok pelajar perang batu di sepanjang Jalan Raya H. Edi Sukma, di Desa Pasirmuncang Kecamatan Caringin, Jumat siang. Tawuran pelajar ini mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalan dari arah Ciawi hingga perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.

Seminggu kemudian, tawuran antar desa terjadi di Kabupaten Cirebon, Selasa (20/4) dinihari. Akibatnya sejumlah warga mengalami luka serta rumah mengalami rusak.

Sehari berikutnya, dua kelompok warga di Mataram, Nusatenggara Barat, Rabu (21/4) tawuran. Dua orang terluka. Warga Punia Sabe dan Punia Keteng saling lempar batu serta botol usai menonton hiburan dangdut.

Yang menyedihkan adalah saat anak-anak SD juga telah mempraktikan tauladan buruk dari para seniornya, belasan anak usia belasan tahun yang masih mengenakan seragam sekolah dasar terlibat tawuran di bawah fly over Jalan Latumenten, Jakarta Barat, Sabtu (22/5) siang. Mereka saling lempar batu. Belum diketahui masing-masing kelompok yang terlibat tawuran tersebut.

Bulan Mei akhir, suporter Persija Jakarta, Jakmania, terlibat tawuran dengan warga di sekitar Pejompongan, Jakarta Pusat. Mereka saling melempar batu.

Selain Jawa, Makassar rupanya menjadi wilayah langganan tawuran. Memasuki bulan Juni, tawuran antarmahasiswa satu kampus di Universitas Negeri Makassar, Selasa malam (15/6) menyebabkan dua korban terluka dan kritis di Rumah Sakit Polri Bhayagkara. Kedua korban itu adalah mahasiswa jurusan teknik otomotif, Dodo Rifaldi (20), warga Jalan Paopao, dan Suardi bin Amirudin, warga Jalan Muhjirin Nomor 23 Makassar.

Sebulan kemudian, tawuran antara kampung Kesunean Utara dan Cangkol Selatan Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, Jawa Barat, kembali terjadi, Minggu (11/7/2010) dinihari.

Membuka bulan Agustus, Dua kelompok pemuda di Jalan H. Makadompit di depan Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Ahad (1/8) dini hari, kembali tawuran. Empat pemuda terluka akibat terkena busur.Dua kelompok pemuda di Jalan H. Makadompit di depan Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Ahad (1/8) dini hari, kembali tawuran. Empat pemuda terluka akibat terkena busur..

Sehari kemudian, gara-gara saling ejek antarpelajar memicu tawuran di sepanjang Jalan Kramat, dekat markas Kepolisian Sektor Jakarta Pusat, Senin (2/8). Puluhan pelajar dari dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perang batu di tengah jalan. Akibatnya, lalu lintas dari arah Senen menuju Matraman macet total.

Musim tawuran kali ini memang panjang, sangat panjang dan sudah sampai pada titik mengerikan. Data BPS 2008 memaparkan: 2283 desa di Indonesia mengalami perkelahian massal, konsentrasinya di Jabar (270 desa), Jateng (262 desa), Papua (230 desa), NTT (165 desa) dan Jatim (176 desa). Belum lagi tawuran pelajar, mahasiswa, antar kampung.

Menurut seorang sosiolog asal Jerman, Emille Durkheim, tawuran termasuk perilaku menyimpang atau deviance. Faktor penyebab deviance sendiri beraneka ragam sehingga diperlukan analisis dengan perspektif sosiologi konflik untuk menemukan upaya rekonsiliasi yang mampu mengamodasi permasalahan tersebut.

Tapi rupanya teori Tuan Durkheim di atas memang rada kurang pas untuk negeri ini. Lihatlah, berapa kali rekonsiliasi terjadi di Papua, tapi nyatanya perang suku masih terjadi. Berapa puluh kali para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pelajar, guru, dikumpulkan untuk mengakurkan mereka yang bersengketa, toh tawuran masih saja terjadi.

Komitmen itulah saya kira yang jadi soal. Jika di Barat tempat Tuan Dur bermukim, semua orang menghormati komitmen, di negeri ini rasanya menganggap komitmen tak lebih dari obrolan ringan yang dengan gampang dilupakan.

Tentu ada soalnya mengapa kita amat mudah mengabaikan komitmen. Salah satu penyebabnya adalah suri tauladan yang kita dapatkan dari para tokoh yang juga menganggap remeh komitmen. Simaklah beberapa peristiwa, betapa komitmen untuk mengabdi kepada bangsa dan negara oleh para pejabat ternyata cuma omong kosong yang berujung pada banyaknya pejabat yang masuk bui karena kasus korupsi.

Belum lagi contoh buruk yang dipamerkan oleh para anggota dewan yang kerap berantem dan menjadi sajian khalayak di televisi. Belum lagi situasi lainnya, terutama ekonomi, yang amat mengimpit bangsa ini, yang membuat sebagian warga putus asa dibuatnya.

Untuk tawuran pelajar, mungkin saja anggapan yang menyatakan bahwa prosedur pendidikan di Indonesia berpengaruh terhadap koflik yang marak terjadi, benar adanya. Pendidikan di negeri ini cenderung memaksakan seorang pelajar untuk berpikir sesuai dengan kurikulum yang dibuat oleh pemerintah. Dan kurikulum cenderung mengeksploitasi kemampuan berpikir dari pelajar. Akibatnya para pelajar merasa dipenjara oleh fakta sosial pendidikan yang ada sehingga ingin melakukan hal yang menurut mereka di luar dari fakta sosial tersebut dan bersifat deviance.

Bukankah pendidikan sebenarnya hanyalah sekumpulan konsep dari rumus, teori, dan ujian? Tapi mengapa kita mempertaruhkan masa depan bangsa kita sedahsyat seperti sekarang ini? Pemerintah dengan pongah memaksakan kehendaknya untuk menyelenggarakan Ujian Nasional, yang di sebaliknya juga minta ampun banyaknya kecurangan yang terjadi.

Sambil berharap-harap cemas, moga-moga musim tawuran yang panjang ini cepat pergi. Entahlah siapa yang akan menggebahnya dari bangsa ini. Mungkin para seniman yang selama ini kerap mengharumkan nama bangsa--tapi sering pula diabaikan oleh negara--bisa mulai diberdayakan secara maksimal, setidaknya untuk meneduhkan hati dan pikiran bangsa ini. Atau..

Jodhi Yudono

Seleksi Calon Suami

Selasa, 3/8/2010 | 11:05 WIB

KOMPAS.com - Setiap hari, berjuta-juta orang mencari pasangan untuk mengalami rasa cinta yang istimewa. Mencintai seorang pria untuk kemudian melangkah ke jenjang pernikahan merupakan impian hampir setiap perempuan. Namun, tentunya kita juga tidak bisa sembarangan dalam menentukan seseorang yang akan menjadi pasangan. Boleh saja sih, asal-asalan, asal baik, asal mapan, asal tanggung jawab, dan lain-lain.

Karena Anda bukan peramal yang bisa melihat seseorang itu baik atau tidak, maka Anda perlu melakukan wawancara. Tentu saja, wawancara yang dilakukan berbeda dengan job interview atau wawancara kerja di perusahaan. Mengapa (Why), Siapa (Who), Apa (What), Kapan (When), dan Di mana (Where), proses interview calon suami dilakukan?

Mengapa (Why)?
Perempuan dan pria merupakan dua insan yang diciptakan dengan segala keunikan. John Gray (2005) mengungkapkan perbedaan pria dan perempuan layaknya Mars dan Venus. Nah, perbedaan-perbedaan antara Anda dan pasangan dapat dijembatani dengan proses saling mengenal melalui tahap interview. Wawancara tersebut dilakukan dengan tujuan:

- Menemukan nilai dan tujuan hidup pasangan
Pernikahan ibarat sebuah perahu layar yang dikemudikan oleh 2 orang. Perahu tidak akan sampai di tempat tujuan jika pengemudinya memiliki tujuan berbeda. Kedua orang ini harus memiliki nilai dan tujuan yang sama agar bahtera pernikahan dapat tiba di tujuan.

- Menemukan hal-hal yang unik
Pria sangat senang untuk diterima, dipercaya, dihargai dan dikagumi. Dengan menemukan hal-hal unik dari pasangan, maka Anda bias memberi pujian padanya di bidang-bidang yang menjadi kebanggaannya.

- Mengetahui siapa orang-orang di sekelilingnya
Dengan mengenal orang-orang di sekelilingnya, di antaranya keluarga, sahabat, dan teman-temannya, maka Anda dapat mengetahui pola interaksi dan pola pergaulan si dia. Anda juga bisa mengorek siapa dia sesungguhnya dari mereka.

Siapa (Who)?
Secara statistik jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan pria. Namun, tidak berarti semua pria yang Anda kenal perlu di-interview. Proses interview perlu dilakukan hanya kepada seseorang yang potensial menjadi suami. Potensial di sini bukan hanya materi, melainkan potensi untuk memberikan kebahagiaan lahir dan batin.

Apa (What)?
Layaknya sebuah interview pekerjaan, interview untuk calon suami pun berupa tanya jawab dengan tujuan saling mengenal pribadi pasangan. Pertanyaan-pertanyaan interview ditujukan untuk mengetahui filosofi hidup terkait dengan karier, keluarga, keuangan, dan visi hidupnya. Beberapa pertanyaan yang dapat menggambarkan filosofi hidupnya:
- Jika kamu memiliki uang sebesar 1 miliar rupiah, bagaimana kamu akan menggunakannya?
- Dalam 5 tahun ke depan, kira-kira kamu akan seperti apa, ya?
- Kalau karier aku lebih tinggi, bagaimana?

Kapan (When)?
Proses interview harus dilakukan secara santai dan terselubung agar pasangan tidak merasa sedang dihakimi. Jangan pernah membawa kertas dan pulpen untuk mencatat jawabannya. Apalagi meminta dia yang menuliskannya untuk Anda, ini bukan sedang tes kerja. Catat semua jawaban itu di dalam ingatan saja, untuk kemudian dijadikan pertimbangan untuk meneruskan atau menghentikan hubungan.

Di mana (Where)?

Proses interview sebaiknya dilakukan saat si dia dan Anda berada dalam aktivitas yang membuka banyak kesempatan baginya untuk mengemukakan pendapat. Beberapa tempat yang dapat memudahkan proses percakapan adalah toko buku, acara sosial, transportasi umum, dan klub olahraga. Tempat-tempat romantis seperti bioskop tidak akan membuka banyak potensi percakapan, begitu kata Margareth Kent dalam bukunya How to Marry the Man of Your Choice.

Hubungan cinta dapat berlangsung lama, kalau Anda dapat mempelajari, mencintai, dan mendukung orang yang Anda cintai dengan cara yang lebih baik. Proses interview ini merupakan salah satu cara bagi Anda untuk mengenal siapa dan apa di balik sosok pria yang akan menjadi calon pasangan Anda. Jadi, sudah dapat orang yang akan Anda interview?

(Fadliah Mirnawati/Majalah Chic)

Minggu, 01 Agustus 2010

LAPAN Bikin Satelit Mikro Bersama Jepang

LAPAN Bikin Satelit Mikro Bersama Jepang
Kamis, 29 Juli 2010 | 09:07 WIB
Kompas/Ninok Leksono
RX 320, Roket Lapan bergaris-tengah 320 mm mulai meluncur dalam uji peluncuran di Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, Rabu (2/7).

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) terlibat dalam pembuatan dua satelit, Micro-STAR dan EO-STAR, yang didanai Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

Rancang bangun dan rekayasa dua satelit tersebut merupakan bagian dari kerja sama multilateral Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) yang bertujuan mengembangkan satelit di kawasan Asia Pasifik atau Satellite Technology for the Asia Pacific Region (STAR). Program ini melibatkan lembaga antariksa dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Korea, dan India.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara Lapan Toto Marnanto Kadri dalam Pertemuan Grup untuk Koordinasi Program STAR di Jakarta, Rabu (28/7/2010).

Satelit mikro berbobot 50 kg hingga 100 kg ini akan diluncurkan tahun 2013 diboncengkan pada satelit besar dengan roket India. Satelit Micro-STAR akan membawa muatan antara lain alat GPS, sensor seismo, dan pengindraan jauh.

Sementara peluncuran satelit kembar Lapan A-2 dan Lapan A-3, hasil rancang bangun dan rekayasa ahli Lapan, dijadwalkan diluncurkan dengan roket India tahun depan. Program lanjutan dalam kerja sama STAR adalah pembuatan satelit berkategori kecil atau berbobot 300 kg-500 kg. (YUN)

Apple Dituduh Menyensor Novel-novel Erotis

Apple Dituduh Menyensor Novel-novel Erotis

Jumat, 30 Juli 2010 | 17:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Apple dituding menyensor novel-novel erotis untuk iPad yang beredar di iTunes. Hal tersebut terlihat dari hilangnya sejumlah judul buku yang sebelumnya bertengger di jajaran atas buku terlaris di gerai online Apple tersebut secara bersamaan.

Blonde and Wet, the Complete Story adalah salah satu novel yang hilang di top 10 novel-novel yang laris untuk iPad. Novel tersebut terdaftar sebagai salah satu novel erotis dari 3 novel yang sedang laris. Namun, sejak awal pekan ini, novel-novel tersebut menghilang. Keempat novel erotis tersebut menghilang bersamaan dan digantikan sejumlah judul buku, salah satunya otobiografi Peter Mandelson.

Seorang analisis pemeringkatan buku mengatakan bahwa tidak mungkin buku-buku erotis mengilang secara bersamaan dari daftar tanpa sengaja dihapus. Belum ada penjelasan resmi dari Apple soal hilangnya buku-buku erotis tersebut dari daftar teratas.

Ini bukan kali pertama Apple gerah dengan hal-hal berbau pornografi. Sebelumnya, CEO Apple Steve Jobs memang menegaskan sikap Apple yang tidak menoleransi adanya pornografi pada aplikasi yang dijual di layanan App Store.

Sebagai informasi, penulis paling populer di kalangan pengguna iPad kini adalah Carl East (55). Saat ini, ia telah menulis 70 buku yang mengandung hal-hal erotis. Beberapa buku yang ia tulis menempati urutan pertama, kedua, dan ketujuh dalam urutan buku-buku paling dicari sebelum semuanya itu dihapus.

Munculnya iPad memang membawa angin segar buat penulis buku-buku erotis dan pembacanya. Buat penulis seperti East, jangan harap masuk daftar penulis favorit di toko buku konvensional. Namun, dengan adanya iPad, ia bisa merasakannya. Buku erotis digital laris karena, buat pengguna iPad, membaca buku erotis bisa dilakukan sembunyi-sembunyi tanpa risih jika membawa buku versi cetaknya.

burung merak

Keanekaragaman Hayati
Menyibak Daya Tahan Merak
Selasa, 27 Juli 2010 | 03:33 WIB
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Merak hijau (Pavo muticus muticus) jantan membentangkan sayapnya untuk menarik perhatian sang betina di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Merak hijau di Indonesia hanya tersebar di Pulau Jawa dan merupakan satwa langka yang dilindungi undang-undang.

"Saya justru mencari tahu mengapa merak jawa hijau masih ada," kata Jarwadi B Hernowo, peneliti dan dosen Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Jarwadi menyampaikan hasil penelitiannya ini pada Simposium Asosiasi Biologi Tropika dan Konservasi, 19-23 Juli 2010.

Merak jawa hijau (Pavo muticus muticus) salah satu jenis burung paling diburu yang kini nyaris punah. Di tengah kerusakan serta menciutnya hutan yang menggerus ruang-ruang hidup bagi aneka satwa burung itulah Jarwadi berusaha menyibak rahasia daya tahan salah satu spesies merak ini di pulau terpadat Indonesia, yaitu Jawa.

Jarwadi mengembangkan riset atau studi kasus di Taman Nasional Baluran, Alas Purwo, serta Meru Betiri di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Jember, Jawa Timur. Ia juga meneliti sebaran merak jawa hijau di hutan-hutan produksi komoditas jati di sekitar taman-taman nasional tersebut.

Di Jawa Barat, Jarwadi mengembangkan risetnya di kawasan hutan Buah Dua, Sumedang. Berikut riset di hutan-hutan pinus di sekitarnya, termasuk hutan di lereng Gunung Cikuray, Garut.

Tidak bergantung

Melalui risetnya, Jarwadi telah mengingatkan pentingnya untuk mengetahui apa saja yang membuat merak hijau jawa masih bisa tetap bertahan hingga sekarang. Dengan mengetahuinya, Jarwadi membuka peluang bagi pemerintah dan masyarakat untuk tetap melestarikan merak jawa hijau.

”Kesimpulannya, merak jawa hijau masih bisa bertahan selama ini karena tidak bergantung kepada hutan,” kata Jarwadi.

Merak jawa hijau masih bisa ditemui Jarwadi di pinggir-pinggir hutan atau taman-taman nasional. Merak jawa hijau itu mendapatkan suplai makanan di padang rumput serta semak belukar yang terdapat di ruang terbuka.

Merak jawa hijau adalah hewan herbivor. Mereka memakan dedaunan rerumputan serta bebijian dari buah semak belukar.

Hutan merupakan tempat berlindung. Merak jawa hijau bertengger di dahan pepohonan hutan yang tinggi. Namun, betina merak jawa hijau ketika bertelur dan mengerami telur-telurnya kembali ke semak belukar.

”Rahasia lain daya tahan merak jawa hijau terletak pada populasi kelompok yang tidak terlampau besar sehingga kelompok-kelompok kecil tersebar hingga bisa mencapai peluang bertahan hidup yang lebih besar,” kata Jarwadi.

Satu kelompok merak jawa hijau bisa berkisar 30 individu. Karakter burung berbobot badan 3 kilogram hingga 5 kilogram ini berpoligami. Satu pejantan merak jawa hijau mengawini 4-7 merak jawa hijau betina. Keunikan lain dijumpai pada tingkat usia populasi merak jawa hijau dalam suatu kelompok.

Karakter usia merak jawa hijau berupa piramida terbalik. Usia merak jawa hijau muda lebih sedikit jika dibandingkan dengan merak jawa hijau tua.

Ada peluang bahwa merak jawa hijau pada usia muda itu lebih suka keluar dari kelompoknya dan hidup mengembara untuk mencari pasangan hidup.

Reog Ponorogo

Menjumpai merak jawa hijau nan molek di Jawa kini barangkali merupakan sebuah kemewahan.

Namun, keindahan bulu-bulunya masih bisa kita nikmati sebagai aksesori reog ponorogo. ”Satu reog ponorogo menggunakan sedikitnya 1.000 helai bulu merak jawa hijau,” kata Jarwadi.

Warna bulu jenis merak ini hijau mengilap.

Satu ekor merak jawa hijau memiliki sekitar 150 helai bulu.

Jenis satwa ini dilarang untuk ditangkap dan diperdagangkan. Kegiatan penangkarannya pun masih teramat langka.

Jumlah populasi di Taman Nasional Meru Betiri pada 2003-2004 berkisar 30 ekor. Di Baluran pada 1995 diketahui masih ada sekitar 100 ekor, sekarang diketahui berkurang menjadi sekitar 75 ekor. ”Di Alas Purwo berbeda. Di sana justru terjadi peningkatan,” kata Jarwadi.

Menurut dia, merak jawa hijau di Alas Purwo pada 1998 diperkirakan mencapai 40 ekor. Pada 2007 ternyata meningkat menjadi 80 ekor.

Peningkatan populasi merak jawa hijau ini diduga akibat berkurangnya perburuan. Pembukaan hutan rapat untuk tumpangsari juga menambah ruang hidup bagi merak jawa hijau.

”Saat ini tidak terlambat bagi pemerintah atau kelompok masyarakat yang ingin melestarikan merak jawa hijau,” kata Jarwadi.

Jenis merak, menurut Jarwadi, terbagi berdasarkan warna hijau dan biru. Jenis merak biru masih terdapat di India, sedangkan merak hijau masih tersebar di Jawa, Myanmar, Malaysia, dan Indochina.

Fragmentasi hutan

Jarwadi menyebutkan, fragmentasi hutan adalah ancaman serius bagi keberlangsungan keragaman genetika merak jawa hijau ataupun satwa liar lain. Fragmentasi hutan adalah berupa kondisi terbelahnya hutan oleh pengalihan fungsi untuk perkebunan, pertanian, atau permukiman.

Fragmentasi menjadikan hutan tak lagi berupa satu keutuhan. Hutan makin terbagi-bagi menjadi bagian lebih kecil. Pada akhirnya, peluang interaksi populasi merak jawa hijau terhadap populasi lainnya terpisahkan. Peluang untuk kawin silang menjadi kian sempit.

”Fragmentasi hutan menyebabkan merosotnya gen-gen merak jawa hijau akibat kawin dengan anggota populasi yang sama,” kata Jarwadi. Anggota populasi yang sama kemungkinan besar sedarah karena merak jawa hijau berpoligami.

Akibat dari perkawinan sedarah itu memerosotkan kualitas genetika merak jawa hijau. Ancaman berikutnya, daya tahan merak hijau jawa akan semakin melemah sehingga akan menuju kepunahan. Hal ini berlaku pula bagi jenis satwa lain. Jarwadi mencemaskan keberadaan merak jawa hijau sekarang.

Asosiasi Biologi Tropika dan Konservasi (The Association for Tropical Biology and Conservation/ATBC) merupakan perhimpunan para biolog dunia. Konferensi asosiasi ini dimulai pada 1963 dan Indonesia sudah terlibat menjadi peserta sejak awal.

Tahun ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi penyelenggara dan tuan rumah konferensi ATBC. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Indonesia (UI) ditunjuk untuk mengorganisasi penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan 900 ilmuwan di bidang biologi dari sekitar 60 negara tersebut.

Sebanyak 40 simposium digelar untuk mempresentasikan 464 naskah selama empat hari (20-23 Juli 2010). Menurut Kepala LIPI Lukman Hakim, hasil riset lainnya dituangkan ke dalam poster yang digelar mencapai 200 lembar meski pada kenyataannya jauh lebih sedikit dari jumlah tersebut.

Peneliti senior dari Lembaga Center for International Forestry Research (Cifor), Daniel Murdiyarso, mengatakan, persoalan penting sekarang ini salah satunya adalah makin hilangnya berbagai biodiversitas atau keanekaragaman hayati. Kehilangan biodiversitas secara tidak langsung bisa berdampak terhadap kelangsungan pangan.

Presiden ATBC Profesor Frans Bongers, dalam konferensi pers pencanangan Deklarasi Bali dari konferensi ATBC 2010, menyatakan, dengan banyaknya keanekaragaman hayati yang terjaga dengan baik, kita dapat berbuat banyak untuk mencapai hal-hal yang lebih baik.

Melalui risetnya, Jarwadi telah mengingatkan pentingnya untuk mengetahui apa saja yang membuat merak hijau jawa masih bisa tetap bertahan hingga sekarang. Dengan mengetahuinya, Jarwadi membuka peluang bagi pemerintah dan masyarakat untuk tetap melestarikan merak jawa hijau.(Nawa Tunggal)

Sapi Berkaki Lima dan Dua Kelamin

Sapi Berkaki Lima dan Dua Kelamin
Minggu, 1 Agustus 2010 | 13:56 WIB
SURYA
Imam Wadji dan sapinya yang berkaki lima dan berkelamin ganda

KOMPAS.com — Seekor sapi milik Imam Wadji (58), warga yang tinggal di Jalan Durian RT 01 RW 01, Lingkungan Poleng, Kelurahan Keniten, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggegerkan warga setempat. Pasalnya, sapi berusia satu tahun tersebut memiliki lima kaki. Selain itu, sapi ini juga mempunyai dua alat kelamin.

Sapi yang dipelihara pasangan Mestri dan Wadji ini diperoleh dari warga Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, delapan bulan lalu. Saat itu, sapi masih berusia empat bulan.

Semula, Wadji tidak menyadari bahwa satu dari tiga sapi yang baru dibelinya itu memiliki keanehan. Begitu sudah besar, baru dia tahu jika sapi tersebut memiliki tubuh yang berbeda dengan dua sapi lainnya.

Kaki kelima dari sapi itu berada di dekat ekor. Layaknya kaki sapi lainnya, kaki kelima ini juga memiliki kuku. "Dulu saat membeli, saya tak tahu jika ada kelainan. Baru setelah besar tampak jelas kelainan itu,” ujarnya.

Wadji mengatakan, karena ada keanehan pada salah satu sapinya tersebut, istrinya, Mestri, melarang menjual sapi tersebut. Meski, lanjutnya, sempat ditawar seseorang dengan harga sebesar Rp 25 juta.

"Tetapi tak boleh dijual sama istri saya karena sapi ini membawa berkah tersendiri bagi kami,” tuturnya. (surya)

ariel parah

Riri Riza Acungi Jempol buat Ariel
Sabtu, 31 Juli 2010 | 00:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski baru pertama kerja bareng dengan Nazriel Irham alias Ariel, tetapi sutradara film Riri Riza memberi acungan jempol untuknya. Riri memuji dan menilai Ariel sebagai seniman yang berbakat.

"Kita pernah bekerja sama dan Ariel adalah seniman yang sangat berbakat. Kita berharap karya-karyanya akan tetap muncul di masa depan," kata Riri saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/7/2010).

Ariel pernah didapuk Riri untuk memeran tokoh Arai dewasa dalam film Sang Pemimpi. Sayangnya, sangat sulit bagi Ariel untuk bisa kembali membintangi Edensor, kelanjutan dari film yang ceritanya diangkat dari karya novel Andrea Hirata itu.

Mengenai kedatangannya ke Mabes Polri, Riri mengakui baru kali ini bisa menjenguk dan memberikan dukungannya terhadap Ariel. Riri berharap Ariel diberikan ketabahan untuk menjalani kasus yang sedang dihadapinya.

"Kita datang ke sini ingin menyampaikan dan memberikan support untuk kesehatan dan ketabahannya Ariel yang sedang ada masalah," tandasnya. (ANI)

FBR pergi, ketegangan usai di Rempoa

Kekerasan
FBR Pergi, Ketegangan di Rempoa Reda
Minggu, 1 Agustus 2010 | 00:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Massa Forum Betawi Rempug atau FBR bergerak ke Kebayoran Lama atau tepatnya sebelum perlintasan kereta api. Situasi pun terpantau sudah normal kembali.

"Massa FBR sekarang kumpul di sekitar Kebayoran Lama, tapi situasi masih normal," ujar Petugas Jaga Polsek Kebayoran Lama Briptu Sukardi kepada Tribunnews.com, Sabtu (30/7/2010) malam.

Pendapat serupa juga dilontarkan oleh Patricia, warga Rempoa, Bintaro. Kondisi di sekitar lingkungan rumahnya sampai dengan berita ini diturunkan sudah normal kembali. Akan tetapi, para warga belum berani keluar rumahnya masing-masing. "Sudah normal lagi sekarang," ungkapnya.

Sebelumnya, Jalan Rempoa, Bintaro, macet total. Konvoi massa FBR berujung bentrok dengan komunitas Betawi Kembang Latar. Massa FBR saling berhadapan dengan massa Kembang Latar. Berdasarkan informasi yang beredar, kedua kubu akan mendatangkan massa lebih banyak lagi.

Akibat bentrok dua kelompok komunitas Betawi itu, semua kendaraan dari berbagai arah menuju Bintaro mengalami kemacetan parah. Suasana menjadi bertambah ngeri karena di Jalan Pahlawan, tak jauh dari kawasan Bintaro, listrik dipadamkan.

Petugas TMC Polda Metro Jaya baru mendapatkan informasi terjadinya kemacetan di Jalan Bintaro yang disebabkan dari konvoi massa FBR. Selanjutnya, ada pengerahan personel polisi ke lokasi tersebut. (Willy Widianto)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More